Minggu, 14 April 2013

Teknologi Produksi Listrik dari Energi Panas

Panas dari pembangkit listrik atau mesin mobil sering terbuang percuma. Ilmuwan asal Dresden mengembangkan sel termoeletrik yang mampu mengkonversi energi panas menjadi listrik.

Dari pembangkit listrik tenaga batu bara biasanya mengepul awan raksasa berwarna abu-abu. Padahal, sebagian besar bukanlah emisi asap buangan produk proses pembakaran batu bara, melainkan uap air dari menara pendingin. Dan uap ini mengandung energi dalam jumlah besar. Menurut perkiraan, pembangkit listrik semacam itu hanya mengkonversi 40 persen energi batu bara menjadi listrik.

Hal yang mirip terjadi pada mobil. Motor bakar penggerak mobil menjadi sangat panas saat mobil dikendarai. Mesin harus didinginkan kembali dengan sirkulasi air dan udara. Dalam proses tersebut juga banyak potensi energi yang menghilang begitu saja.

Batas Antara Panas dan Dingin
Seberulnya. energi panas semacam itu bisa dimanfaatkan untuk memproduksi listrik. Caranya dengan menggunakan komponen termoelektrik yang mirip seperti sel surya, yang bisa menghasilkan listrik jika dipasang pada tempat dimana terjadi perbedaan suhu. Pada satu sisi panas dan sisi lainnya dingin.
Pada menara pendingin pembangkit listrik, perbedaan temperatur terjadi . antara uap air panas dan tembok beton yang dingin. Jika dalam sel terjadi perbedaan suhu, maka elektron bermuatan negatif akan bergerak dari bagian panas ke bagian dingin generator termoelektrik.
Produk Printer 3D
Peneliti di Institut Frauenhofer untuk material dan teknik radiasi IWS di Dresden berhasil mengembangkan sel panas yang sesuai untuk berbagai kegunaan. Generator termoeletrik diproduksi menggunakan printer 3 Dimensi dengan sesuai kebutuhan, tergantung dari tempat penggunaannya.
Jadi generator bisa dirancang untuk dipasang di knalpot mobil atau pada pipa yang mengalirkan air pendingin yang masih panas. Generator ini akan mengkonversi energi panas menjadi listrik yang diteruskan pada jejaring listrik mobil.
Kelak para perancang otomotif tidak lagi harus mengandalkan dinamo yang rentan rusak. Karena sel termoelektrik akan menghasilkan cukup listrik. Para peneliti bisa membangkitkan hingga 600 Watt listrik dari panas knalpot mobil.
Generator termoeletrik memang bukan penemuan baru. Namun, sebelumnya bentuknya menyulitkan penempatan dan penggunaan. Selain itu, selnya mengandung bahan beracun seperti misalnya timbal. Sel penukar panas terbaru ini terbuat dari bahan sintesis yang tidak beracun dan bisa menghantarkan listrik.

0 comments:

News

Loading...